Site icon Daerahkita

Pascabom Makassar, Katedral Semarang Imbau Jemaat Tak Takut Ikut Misa Paskah

Semarang – Pihak Gereja Katedral Semarang meminta para jemaat tidak takut untuk beribadah Paskah pascainsiden bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Kewaspadaan sudah ditingkatkan dan berkoordinasi dengan TNI Polri.

“Kami hanya tingkatkan kewaspadaan. Kalau ada hal mencurigakan akan segera lapor ke pihak berwajib. CCTV kita nyalakan semua,” kata Pastor Kepala Paroki Gereja Katedral Semarang Romo Herman Yoseph Singgih di Gereja Katedral Semarang, Senin (29/3/2021).

Hal itu diungkapkan Romo Herman usai menerima kedatangan Gerakan Kebangsaan (Gerbang) Watugong, perwakilan Kanwil Kemenag Jateng, dan berbagai komunitas kerukunan umat beragama di Gereja Katedral Semarang.

Romo Herman mengatakan screening maupun pengamanan sudah ditingkatkan dalam rangka penegakan protokol kesehatan COVID-19. Hal ini dilakukan dengan membatasi dan mengatur jemaat yang hadir di gereja hingga barcode untuk jemaat yang akan mengikuti misa di gereja.

“Jemaat di gereja ini sepertiga kapasitas daya tampung di masa normal, kalau penuh 900-sekian nanti diisi hanya 300. Nanti tambah di aula sekitar 100. Kurang lebih satu ibadat 400 orang,” jelasnya.

Romo Herman meminta agar jemaatnya tidak perlu ketakutan berlebih karena ada petugas yang menjaga keamanan. Dia pun mengimbau para jemaat yang sudah terjadwal untuk tetap hadir mengikuti misa di gereja.

“Bagi jemaat tidak usah merasa takut karena percaya pihak keamanan akan antisipasi segala sesuatunya untuk menjaga sehingga kita semua menjalankan ibadat dengan baik dan nyaman,” imbaunya.

Sementara itu, terkait perayaan Paskah di Gereja Katedral Semarang, akan digelar beberapa kloter karena ada pembatasan jumlah jemaat yang hadir. Untuk puncak perayaan hari Sabtu dan Minggu dibuka 8 kloter.

“Agenda Paskah, ibadat mulai Kamis dua kali ibadat, sore dan malam; Jumat pagi ada ibadat, sore, dan petang, kemudian Sabtu sore dan malam; Minggu pagi sampai malam. Kami buat ibadat lebih banyak karena protokol kesehatan karena yang hadir dibatasi. Itu pun belum tampung semua. Yang belum tertampung via virtual. Kloter saat paskah ada 8 sesi, Sabtu malam sampai Minggu sore itu puncak perayaan Paskah,” urainya.

Baca juga : PPKM Mikro Diperpanjang hingga 5 April, Khofifah: Efektif Turunkan Angka COVID-19

(ams/rih)

Exit mobile version