Site icon Daerahkita

Mahasiswa Asing Terpukau Tradisi Jawa Hingga Kenakan Beskap dan Kebaya Dalam Program Pertukaran Budaya

Mahasiswa Asing Terpukau Tradisi Jawa Hingga Kenakan Beskap dan Kebaya Dalam Program Pertukaran Budaya

Mahasiswa Asing Terpukau Tradisi Jawa Hingga Kenakan Beskap dan Kebaya Dalam Program Pertukaran Budaya

SOLO – Gelombang kekaguman terhadap kebudayaan Nusantara kembali datang dari mancanegara. Sejumlah mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di Indonesia dilaporkan terpukau saat diperkenalkan dengan berbagai tradisi Jawa. Puncaknya, para mahasiswa ini tampak anggun dan gagah saat mengenakan pakaian adat lengkap, yakni Beskap bagi pria dan Kebaya bagi wanita.

Momen unik ini terekam dalam sebuah kegiatan pengenalan budaya yang berlangsung pada Rabu (7/1/2026). Para mahasiswa yang berasal dari berbagai negara lintas benua tersebut tidak hanya sekadar melihat, namun juga mempraktikkan langsung tata cara berpakaian hingga krama atau unggah-ungguh dalam tradisi masyarakat Jawa.

Pengalaman mengenakan busana tradisional ini memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Banyak dari mereka mengaku terkesan dengan filosofi di balik setiap helai pakaian adat Jawa yang sarat akan makna ketenangan dan kesopanan.

“Saya merasa sangat terhormat bisa memakai baju ini. Ternyata memakai Kebaya butuh kesabaran dan membuat gerakan saya menjadi lebih anggun. Tradisi Jawa benar-benar indah dan tenang,” ujar salah satu mahasiswa asing dalam kegiatan tersebut pada Rabu (7/1/2026).

Selain mengenakan busana, para mahasiswa juga diajak untuk mengenal seni karawitan, tarian tradisional, hingga mencicipi aneka kuliner khas daerah. Aktivitas ini merupakan bagian dari upaya universitas dan pemerintah setempat untuk mempromosikan pariwisata berbasis budaya kepada dunia internasional melalui jalur edukasi.

Panitia penyelenggara menyebut bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membangun jembatan pemahaman antarbudaya. Dengan merasakan langsung kehidupan sebagai orang Jawa melalui pakaian dan tradisi, mahasiswa asing diharapkan dapat menjadi duta budaya Indonesia saat mereka kembali ke negara asalnya kelak.

Antusiasme para mahasiswa terlihat jelas saat mereka berpose dan belajar berjalan layaknya pria dan wanita Jawa yang santun. Kesulitan mengenakan jarik atau kain panjang justru menjadi tantangan yang menyenangkan bagi mereka, diiringi dengan tawa dan diskusi mengenai keunikan motif batik yang mereka gunakan.

Hingga acara berakhir pada Rabu (7/1/2026), banyak mahasiswa yang mengungkapkan keinginan untuk mempelajari lebih dalam tentang bahasa Jawa dan sejarah keraton. Hal ini membuktikan bahwa tradisi lokal masih memiliki daya pikat yang sangat kuat bagi masyarakat global di era modern.

Melalui program-program seperti ini, kekayaan intelektual dan budaya Indonesia diharapkan terus lestari dan semakin dikenal luas, sekaligus mempererat hubungan persahabatan antarnegara melalui nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

Exit mobile version