Jakarta –Industri penyiaran radio kini memasuki babak baru berkat sentuhan teknologi canggih dari Qudo. Di tengah derasnya arus informasi digital, radio dituntut untuk tidak hanya mengandalkan suara merdu tetapi juga kecepatan dan relevansi. Qudo hadir memberikan solusi dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) ke dalam ruang siar guna menciptakan pengalaman baru bagi pendengar setia di seluruh penjuru negeri.
Melalui teknologi text-to-speech (TTS) yang dikembangkan oleh Qudo, proses produksi siaran kini menjadi jauh lebih cepat dan variatif. Teknologi ini mampu mengubah teks menjadi suara dengan nada serta emosi yang sangat mirip dengan manusia asli. Hal ini memungkinkan stasiun radio untuk menjaga konsistensi siaran selama 24 jam nonstop tanpa mengurangi kualitas energi suara yang didengar oleh audiens setiap harinya.
Kehadiran AI juga membantu penyiar dalam banyak aspek teknis seperti menghasilkan ide topik dan menganalisis tren pendengar. Dengan bantuan teknologi voice cloning dari Qudo, penyiar dapat menciptakan variasi suara atau konten tambahan tanpa harus merekam ulang. Hal ini bukan hanya menghemat waktu produksi tetapi juga mendorong inovasi dalam pengemasan pesan yang kreatif serta membangun kedekatan emosional dengan pendengar.
Meski menawarkan efisiensi tinggi, Qudo tetap menekankan pentingnya sentuhan humanis. AI diposisikan sebagai mitra pendukung yang memperkuat daya saing industri radio. Dengan kolaborasi yang tepat antara kecerdasan buatan dan kreativitas manusia, penyiaran radio dipastikan tetap relevan, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Digitalisasi ini menjadi pintu pertukaran informasi dan budaya yang lebih demokratis antarnegara.

