Jakarta – Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dalam melakukan pencarian dan evakuasi korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Hingga Minggu (25/1/2026) petang, petugas telah berhasil mengevakuasi sebanyak 25 kantong jenazah dari lokasi kejadian. Informasi terbaru ini disampaikan berdasarkan laporan resmi dari Posko Utama dan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di lapangan.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa dari total 105 laporan orang hilang yang diterima, tim menemukan tambahan tiga korban dalam kondisi utuh. Sejauh ini, 11 korban telah berhasil diidentifikasi secara medis. Para korban yang sudah teridentifikasi meliputi warga dari berbagai usia, mulai dari usia 26 hingga 60 tahun. Sementara itu, 14 kantong jenazah lainnya masih dalam proses pemeriksaan mendalam oleh Tim DVI melalui metode post mortem dan ante mortem.
Polri menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan TNI, Basarnas, BNPB, serta para relawan hingga seluruh korban ditemukan. Kombes Hendra menyebut bahwa keterlibatan kepolisian dalam operasi ini merupakan wujud nyata dari misi kemanusiaan yang mengutamakan keselamatan masyarakat. Operasi pencarian tetap dilakukan dengan sangat teliti dan tetap memprioritaskan keselamatan seluruh personel yang bertugas di medan bencana yang cukup berbahaya.
Guna mempercepat proses pencarian di titik-titik sulit, Polri mengerahkan kekuatan khusus dari Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa Baharkam. Sebanyak 20 personel ahli yang dipimpin oleh IPTU Erasmus diterjunkan langsung ke lokasi longsor. Tim ini juga didukung oleh tenaga veteriner serta para handler yang memiliki spesialisasi dalam penanganan satwa pelacak di situasi darurat.
Keunggulan pencarian kali ini diperkuat dengan kehadiran enam ekor satwa pelacak K9 yang memiliki kemampuan khusus dalam pencarian korban meninggal dunia atau cadaver search. Satwa-satwa bernama Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita ini bekerja menyisir area yang tertimbun material longsor cukup dalam. Dukungan mobilitas tim juga ditunjang dengan kendaraan taktis khusus untuk memastikan efektivitas operasi di medan yang berat.
Pengerahan unit K9 SAR menjadi langkah strategis untuk menembus hambatan geografis di Desa Pasirlangu yang sulit dijangkau alat berat secara maksimal. Seluruh unsur yang terlibat berharap kondisi cuaca di Bandung Barat tetap mendukung agar proses evakuasi dapat berjalan lancar. Upaya kemanusiaan ini akan terus berlanjut sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam menangani dampak bencana alam bagi warga terdampak.
Baca Juga : Kemenhub Tinjau Kesiapan Tol Yogyakarta-Bawen dan Solo-Yogyakarta Jelang Angkutan Lebaran

