PEMALANG – Wilayah Pemalang selatan sedang berduka di tengah peringatan hari jadi kabupaten yang ke-451. Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang memicu rentetan bencana alam pada 23–24 Januari 2026. Banjir bandang, pohon tumbang, hingga tanah longsor melanda sejumlah kecamatan secara bersamaan.
Kecamatan Pulosari, Belik, Moga, Watukumpul, dan Warungpring menjadi wilayah terdampak paling parah. Banyak akses jalan sempat tertutup total akibat pohon tumbang di beberapa titik. Namun, petugas gabungan dari Polres, BPBD, dan relawan bergerak cepat untuk membersihkan material pohon sehingga lalu lintas kembali normal.
Korban Banjir Bandang dan Evakuasi Warga
Bencana banjir bandang dipicu oleh luapan Sungai Kali Soso dan Kali Penakir di Kecamatan Pulosari. Luapan air yang sangat deras ini merusak jembatan dan puluhan rumah warga setempat. Selain kerugian materi, banjir ini juga menelan satu korban jiwa berinisial T yang terseret arus sungai.
Jenazah korban akhirnya ditemukan oleh petugas di wilayah Kecamatan Moga. Oleh karena itu, sebanyak 92 warga Desa Penakir langsung dievakuasi ke Kantor Kecamatan Pulosari demi keamanan. Polisi dan instansi terkait kini telah mendirikan posko darurat untuk membantu para pengungsi. Petugas juga mulai membersihkan sisa material banjir meskipun warga tetap diminta untuk selalu waspada.
Dua Petani Tertimbun Longsor di Watukumpul
Sehari setelah banjir, bencana tanah longsor melanda Dukuh Siranti, Desa Bongas, pada Minggu pagi. Longsoran tanah berasal dari perbukitan dan menimbun area persawahan milik warga. Naasnya, dua orang petani bernama Hamim (50) dan Aksinudin (40) ikut tertimbun material tanah saat sedang bekerja.
Hingga saat ini, proses pencarian terhadap kedua korban masih terus berlangsung. Namun, tim penyelamat menghadapi kendala besar karena akses menuju lokasi hanya berupa jalan setapak. Hal ini menyebabkan alat berat belum bisa masuk ke titik kejadian. Oleh sebab itu, warga dan aparat masih melakukan pencarian secara manual menggunakan peralatan seadanya.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat di daerah rawan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi di wilayah Pemalang dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga : Transformasi Digital Korlantas: ETLE Drone Pantau Pelanggar di Titik Tersembunyi

