Site icon Daerahkita

Manajemen Arus Mudik 2026, Korlantas Terapkan Sistem Digital dan Pemantauan Real Time

Kakorlantas Polri terima 15 kendaraan PJR dari PT Jasa Marga sebagai dukungan Operasi Ketupat 2026 demi kelancaran mudik dan keselamatan pengguna jalan.

Kakorlantas Polri terima 15 kendaraan PJR dari PT Jasa Marga sebagai dukungan Operasi Ketupat 2026 demi kelancaran mudik dan keselamatan pengguna jalan.

Jakarta – Korlantas Polri bersama para stakeholder terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi puncak arus mudik dan arus balik di jalan tol. Pengelolaan lalu lintas kini tidak hanya mengandalkan prediksi dan pengalaman lapangan, namun berbasis pada sistem digital dan pemantauan data secara real time untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan efektif dan terukur.

Manajemen lalu lintas meliputi alih arus, penjagaan, serta pengaturan sistem seperti contraflow, one way nasional, dan one way sepenggal yang diterapkan sesuai kebutuhan situasional. Pelaksanaan contraflow diatur berdasarkan data pemantauan aktual. Ketika volume kendaraan mencapai 4.500 hingga 5.000 kendaraan per jam, contraflow diberlakukan pada lajur 1. Jika volume meningkat hingga 6.400 kendaraan per jam, contraflow diperluas hingga lajur 2.

Keputusan penerapan one way nasional maupun one way sepenggal mempertimbangkan pembaruan teknologi pemantauan lalu lintas, antara lain penggunaan drone presisi, VTOL, serta radar yang dikelola oleh Jasa Marga. Apabila data traffic content menunjukkan kepadatan yang signifikan dan contraflow dua lajur telah diterapkan, maka one way nasional akan diaktifkan guna memperlancar arus kendaraan.

Kakorlantas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Agus Suryonugroho, menegaskan seluruh kebijakan rekayasa lalu lintas dilakukan secara terukur dan berbasis data. Ia menyatakan Korlantas tidak bekerja berdasarkan asumsi, melainkan menggunakan sistem monitoring yang terintegrasi untuk membaca pergerakan arus kendaraan secara real time.

“Kami memantau parameter secara terus-menerus. Setiap keputusan contraflow maupun one way nasional didasarkan pada angka yang terukur. Jadi bukan sekadar imbauan, tetapi benar-benar sistem yang berjalan berdasarkan data aktual di lapangan,” tegas Agus.

Ia juga menyampaikan koordinasi dengan seluruh stakeholder, termasuk pengelola jalan tol, kepolisian daerah, dan instansi terkait, adalah kunci keberhasilan pengamanan arus mudik dan balik. Teknologi seperti drone dan radar membantu memberikan gambaran menyeluruh kondisi lalu lintas sehingga keputusan dapat diambil secara cepat dan tepat.

Korlantas Polri juga menegaskan seluruh langkah pengaturan lalu lintas ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan pendekatan berbasis teknologi serta kolaborasi yang solid, diharapkan perjalanan pemudik dan arus balik dapat berlangsung lancar, aman, dan terkendali.

Pada kesempatan tersebut, Kakorlantas mengapresiasi seluruh personel di lapangan serta para stakeholder yang telah bekerja maksimal. Ia mengajak masyarakat untuk tetap tertib, mengikuti arahan petugas, serta menjaga keselamatan selama perjalanan.

“Salam Presisi dari Korlantas Polri. Negara hadir memastikan keamanan dari aspek kriminalitas sekaligus menjamin kelancaran arus lalu lintas, khususnya di jalan tol selama musim mudik,” pungkasnya.

Exit mobile version