Site icon Daerahkita

Korlantas Polri Tutup Operasi Ketupat dengan Penurunan Fatalitas Kecelakaan

Operasi Ketupat Berakhir, Kakorlantas: Pengamanan Arus Balik Tetap Dilakukan Lewat KRYD

Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum..

SEMARANG – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menutup Operasi Ketupat pada Selasa dini hari pukul 24.00 WIB setelah pengawasan ketat selama masa mudik dan balik Lebaran tahun ini. Meskipun volume kendaraan mencapai rekor tertinggi dalam sejarah, Kepolisian Republik Indonesia melaporkan penurunan signifikan pada angka fatalitas kecelakaan yang terjadi.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho, menyatakan dari evaluasi yang dilakukan, tingkat fatalitas korban meninggal dunia menurun hingga 30,41 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Jumlah keseluruhan kecelakaan juga berkurang sebesar 5,31 persen.

“Ini adalah hasil kerja keras bersama. Negara hadir, Polri hadir di jalan bukan hanya untuk mengatur, tetapi memastikan perjalanan ‘duta-duta mudik’ aman dan selamat sampai tujuan,” ujar Agus saat ditemui di Semarang, Jawa Tengah.

Data dari Korlantas menunjukkan peningkatan luar biasa pada mobilitas tahun ini, dengan puncak arus mudik naik lebih dari 4 persen dan puncak arus balik melonjak lebih dari 14 persen.

Walaupun Operasi Ketupat secara resmi ditutup, Agus menegaskan pengamanan tetap diteruskan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) karena masih terdapat sekitar 36 persen atau sekitar 1,2 juta pemudik yang belum kembali ke wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Sebanyak 36 persen pemudik saat ini masih berada di wilayah Trans Jawa, Jawa Barat, dan Trans Sumatera,” ujar Agus.

Untuk mengantisipasi potensi kemacetan akibat sisa arus balik ini, polisi tetap menyiagakan personel di lapangan dan memantau pergerakan kendaraan secara intensif melalui Command Center.

Polri juga mempersiapkan skenario rekayasa lalu lintas one way gelombang kedua yang diperkirakan terjadi pada akhir pekan tanggal 28 dan 29 April. Agus menjelaskan, jika data di Gerbang Tol Kalikangkung menunjukkan angka 3.900 hingga 4.000 kendaraan per jam secara berturut-turut, pelaksanaan one way tahap kedua kemungkinan besar akan diberlakukan kembali.

Keberhasilan pengelolaan arus lalu lintas tahun ini juga didukung oleh pemanfaatan teknologi digital seperti ETLE drone dan pemantauan CCTV yang presisi, serta pengoperasian jalur tol fungsional seperti Japek II Selatan dan jalur Bocimi yang efektif memecah kepadatan pada jalur arteri maupun tol utama.

Kakorlantas juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna menghindari penumpukan kendaraan, terutama pada akhir pekan. Dengan mengatur waktu perjalanan lebih awal atau terlambat dari puncak arus, diharapkan kondisi jalan tol dapat lebih lancar.

Selain itu, Agus mengingatkan para pengendara agar tidak memaksakan diri masuk ke rest area yang sudah penuh. “Apabila rest area penuh, silakan keluar ke jalan arteri untuk beristirahat atau menikmati kuliner di kabupaten sekitar, lalu masuk kembali ke tol. Yang utama adalah konsentrasi dan keselamatan,” tutupnya.

Sumber: MetroTV

 

Exit mobile version