Jakarta — Pelaksanaan mudik dan balik Lebaran 2026 mencatatkan capaian bersejarah dalam aspek Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas). Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, memberikan apresiasi tinggi atas penurunan signifikan angka fatalitas kecelakaan yang mencapai 31,19 persen dibandingkan tahun lalu.
“Penurunan fatalitas sebanyak 136 jiwa adalah bukti nyata keberhasilan upaya pengamanan dan pelayanan prima selama Operasi Ketupat 2026,” ujar Irjen Agus dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4/2026). Selain fatalitas, jumlah kasus kecelakaan nasional juga menurun 6,31 persen, sementara kasus luka berat turun 13,8 persen.
Irjen Agus menegaskan bahwa kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memantau langsung di lapangan menjadi kunci utama efektivitas pengamanan. Capaian positif ini juga merupakan kelanjutan dari kesuksesan mudik tahun sebelumnya yang telah mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto.
Manajemen arus yang optimal didukung oleh 285 kali intervensi rekayasa lalu lintas, mulai dari contraflow hingga one way nasional presisi. “Volume kendaraan keluar Jakarta sangat masif, mencapai 3,2 juta unit. Namun, berkat kebijakan WFA, diskon tarif tol, dan pembatasan angkutan barang, kepadatan ekstrem dapat kita cegah,” tambahnya.
Selain aspek teknis dan stimulus kebijakan pemerintah, Kakorlantas juga mengapresiasi meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Kepatuhan pemudik terhadap arahan petugas di lapangan dinilai sebagai faktor krusial yang menekan angka fatalitas secara drastis.
“Dengan capaian luar biasa ini, penyelenggaraan mudik 2026 tidak hanya melampaui target, tetapi juga menjadi standar baru dalam menciptakan mudik yang aman, tertib, lancar, dan selamat bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Irjen Agus Suryonugroho.

