Site icon Daerahkita

Komunitas Ojol Jambi Beri Apresiasi Spesial Atas Gelar Doktor Kakorlantas Polri Irjen Agus

JAMBI — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi sukses menggelar kegiatan humanis bertajuk “Polantas Menyapa dan Melayani”. Agenda ini diselenggarakan di area Pojok Lantas Ditlantas Polda Jambi pada Senin (8/6/2026).

Kegiatan strategis ini ditujukan untuk memperkuat koordinasi serta sinergi antara aparat kepolisian, mitra kerja sektoral, dan seluruh komunitas ojek online (ojol) di Provinsi Jambi. Momentum berharga tersebut juga secara resmi menandai pelaksanaan kegiatan perdana dari Asosiasi Ojol Nusantara (AON) Provinsi Jambi.

Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol. Adi Beny Cahyono, S.H., S.I.K., hadir mempimpin langsung jalannya dialog interaktif tersebut.

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan PT Jasa Raharja Kanwil Jambi yang dipimpin langsung oleh Agung, jajaran tim Dokkes Polda Jambi, serta sekitar 25 pengemudi ojol dari berbagai macam aplikasi dan latar belakang komunitas hobi.

Ruang Komunikasi Hangat Mengenai Karakter Keselamatan Jalan

Di dalam ruang pengayoman yang hangat tersebut, para peserta secara interaktif membahas seputar esensi keselamatan berlalu lintas di jalur publik. Mereka mendiskusikan peran vital komunitas ojol sebagai pelopor keselamatan, serta pentingnya membangun hubungan kemitraan yang harmonis antara polisi dan elemen masyarakat.

Kombes Pol. Adi Beny Cahyono menegaskan bahwa program Polantas Menyapa dan Melayani ini menjadi bukti nyata mengenai kehadiran fisik institusi Polri di tengah-tengah ruang aktivitas warga. Sektor pengemudi ojol yang setiap hari mengandalkan aspal jalan raya menjadi prioritas utama pelayanan simpatik ini.

Kegiatan berkala ini juga bertransformasi menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah edukasi kamseltibcarlantas yang sangat efektif. Polri bersama instansi mitra menyampaikan berbagai pesan krusial mengenai protokol keselamatan berkendara, pentingnya menjaga kondisi kesehatan fisik pengemudi, serta disiplin tertib berlalu lintas demi menekan angka kasus kecelakaan.

Salah satu tokoh penggagas lahirnya Asosiasi Ojol Nusantara, Dianton, mengungkapkan bahwa wadah AON ini lahir murni dari adanya perubahan persepsi positif yang dirasakan para mitra driver. Pendekatan humanis yang konsisten dipraktikkan oleh jajaran Polri menjadi pemantik utamanya.

Menyatukan Seluruh Golongan Pengemudi Tanpa Sekat

Menurut penjelasan Dianton, AON hadir sebagai sebuah wadah besar yang merangkul seluruh komunitas ojol roda dua, roda empat, bahkan hingga barisan ojek pangkalan (opang). Wadah ini bergerak bersama tanpa membeda-bedakan latar belakang warna jaket ataupun payung organisasi asal.

“Asosiasi Ojol Nusantara lahir bukan sekadar sebuah organisasi, tetapi merupakan representasi dari tindakan nyata, kepedulian, dan perubahan yang kami rasakan langsung dari Polri. Program Polantas Menyapa dan Melayani telah membuka ruang komunikasi yang sangat baik antara aparat dan para pengemudi ojol. Kami merasa didengar, dirangkul, dan diajak menjadi bagian penting dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas,” urai Dianton secara terbuka.

Ia menambahkan, semangat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas kini telah resmi mengakar menjadi komitmen bersama bagi para pengemudi ojol di tanah Jambi. Komunitas ojol menyatakan kesiapan penuh untuk mengambil peran aktif dalam membangun pondasi budaya tertib di ruang publik.

Dalam kesempatan yang sama, Dianton juga menyampaikan apresiasi serta rasa bangga yang tinggi dari komunitas kepada Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Dr. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., yang baru saja menyelesaikan pendidikan doktoralnya di bidang Ilmu Hukum.

Selamat Atas Gelar Doktor Kakorlantas Polri

Bagi para pengemudi ojol, sosok Kakorlantas memiliki tempat yang sangat khusus di dalam hati mereka. Jenderal bintang dua tersebut dinilai sangat memahami dinamika tantangan riil yang saban hari dihadapi para pejuang nafkah di lapangan.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Kakorlantas Polri atas keberhasilan meraih gelar Doktor. Bagi kami, beliau bukan hanya seorang jenderal polisi, tetapi juga sahabat dan figur yang selalu hadir di tengah-tengah ojol Indonesia. Beliau memahami kondisi kami, mendengarkan aspirasi kami, dan mengajarkan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas,” tegas Dianton dengan antusias.

Ia menilai berbagai macam terobosan program yang diinisiasi oleh Kakorlantas Polri, terutama “Polantas Menyapa dan Melayani”, telah berhasil mendobrak kaku-nya pola hubungan lama antara Polri dan ojol. Program ini sukses membuka sekat komunikasi menjadi jauh lebih dekat, humanis, dan saling mendukung satu sama lain.

Melalui pelaksanaan kegiatan perdana ini, AON Provinsi Jambi berharap dapat konsisten berdiri sebagai mitra strategis bagi Polri, Jasa Raharja, pemerintah daerah, hingga seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Agenda penutupan kegiatan diisi dengan sesi foto bersama, diskusi santai, serta deklarasi komitmen bersama untuk menjaga kelestarian sinergi operasional.

“Berbeda jaket, berbeda komunitas, tetapi satu tujuan: menjadi pelopor keselamatan dan menebarkan kebaikan untuk Indonesia,” tutup para perwakilan komunitas kompak.

Exit mobile version