Gilimanuk – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Pelabuhan Gilimanuk menjadi titik kritis dengan antrean kendaraan mencapai 31-32 kilometer pada 14 hingga 15 Maret 2026. Tingginya animo masyarakat yang ingin menyeberang ke Pulau Jawa menjadi tantangan tersendiri. Namun, sinergi antara Polri, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ASDP, dan instansi terkait berhasil mengelola situasi ini secara efektif.
Kepolisian menegaskan bahwa penanganan arus mudik dilakukan dengan langkah cepat dan memberikan rasa aman kepada para pemudik. Kepadatan terjadi karena beberapa faktor, antara lain tingginya volume kendaraan pribadi yang memilih berangkat lebih awal untuk menghindari penutupan pelabuhan sementara selama Hari Raya Nyepi serta masih melintasnya kendaraan berat meskipun terdapat pembatasan operasional. Selain itu, gangguan mikro seperti kerusakan kendaraan dan pengemudi kelelahan juga memperlambat arus lalu lintas.
Untuk mengatasi penumpukan, ASDP meningkatkan kapasitas penyeberangan dengan menambah armada kapal dari 28 menjadi 35 unit, sehingga waktu tunggu pemudik berkurang secara signifikan. Penerapan sistem Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang mempercepat proses bongkar muat kapal, memungkinkan siklus penyeberangan menjadi lebih cepat dan efisien.
Polri dan Kemenhub mengimplementasikan sistem manajemen lalu lintas dengan menetapkan buffer zone untuk memisahkan kendaraan besar dan kecil. Kendaraan berat yang melanggar aturan diberhentikan dan diarahkan ke area parkir khusus agar jalur utama menuju pelabuhan tetap lancar dilalui kendaraan pemudik.
Keselamatan pemudik menjadi prioritas utama. Petugas medis dari Polres Jembrana sigap memberikan pertolongan pertama, termasuk menangani 17 pemudik yang mengalami heat syncope serta evakuasi bayi yang terjebak antrean panjang ke puskesmas terdekat.
Pihak terkait berkomitmen untuk terus siaga 24 jam mengawal sisa arus mudik dengan kebijakan adaptif dan responsif. Pemudik yang merasa lelah, khususnya yang membawa anak-anak dan lansia, dianjurkan untuk istirahat di posko kesehatan yang telah disediakan. Pemeriksaan kendaraan sebelum perjalanan juga ditekankan untuk mencegah gangguan teknis sepanjang perjalanan.
Dengan koordinasi yang kuat dan kerja sama semua pihak, diharapkan mudik Lebaran 2026 berlangsung aman, nyaman, dan lancar. Langkah-langkah responsif ini menjadi upaya memberikan pengalaman mudik yang terbaik bagi seluruh masyarakat.















