Daerahkita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hot News
  • Nusantara
  • Pembangunan
  • Jaga Indonesia
  • Inovasi Daerah
  • Pemerintah Daerah
  • Login
  • Beranda
  • Hot News
  • Nusantara
  • Pembangunan
  • Jaga Indonesia
  • Inovasi Daerah
  • Pemerintah Daerah
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Hot News

5 Tari Tradisional Sumatera Selatan, dari Tari Gending Sriwijaya hingga Tari Mare-Mare

Salma Hasna by Salma Hasna
6 September 2022
in Hot News
0 0
0
5 Tari Tradisional Sumatera Selatan, dari Tari Gending Sriwijaya hingga Tari Mare-Mare
0
SHARES
983
VIEWS

Forum Daerah – Pelajari tentang produk budaya Sumatera Selatan, bukan hanya rumah adat atau pakaian adat.

Ada berbagai produk budaya lainnya, salah satunya adalah kesenian khas Sumatera Selatan.

READ ALSO

Operasi Patuh 2026: Menjadikan Nilai Empati dan Etika sebagai Pondasi Utama di Jalan

Kesenian khas Sumatera Selatan yang juga dikenal luas di seluruh Nusantara adalah tarian tradisionalnya.

Ada berbagai tarian tradisional di Sumatera Selatan yang masing-masing memiliki fungsi dan makna tersendiri.

tari tradisional sumatera selatan
Berikut beberapa tarian tradisional Sumatera Selatan yang masih populer hingga saat ini.

  1. Tari Gending Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya adalah tarian tradisional dari Palembang, Sumatera Selatan yang digunakan untuk menyambut tamu penting.

Tarian ini berkembang dari budaya kuno penyambutan raja.

Tarian Gending Sriwijaya pertama kali dipentaskan pada tanggal 2 Agustus 1945 oleh Bintang Berlian di depan Masjid Agung Palembang untuk menyambut kedatangan pejabat Jepang.

Jumlah penari Gending Sriwijaya ada 9 orang yang diiringi dengan dua pengiring yang membawa payung dan tombak.

Properti yang dibawa penari Gending Sriwijaya adalah busana adat aesan gede, selendang mantri, paksangkong, dodot dan tanggai.

Adapun tepak yang berisi kapur, sirih, pinang dan ramuan lainnya nantinya akan dipersembahkan kepada tamu sebagai ungkapan rasa bahagia.

  1. Tari Begambo

Tari Begambo merupakan tarian tradisional yang menceritakan kebiasaan masyarakat Toman mengolah daun gambo atau gambir.

Dilansir dari laman giwang.sumselprov.go.id, gerak tari ini diambil dari kegiatan menanam, merawat dan memanen buah gambo.

Tarian ini diciptakan oleh seniman Dusun Toman dari Jalan Babat Toman.

Daun gambo atau gambir erat kaitannya dengan kegiatan masyarakat seperti ginang dan sebagai obat ibu dan bayi yang terkena flu.

  1. Tari Mejeng Besuko

Tari Mejeng Besuko adalah salah satu tarian tradisional Sumatera Selatan.

Menurut situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tari Mejeng Besuko adalah tarian pergaulan yang menggambarkan suasana jenaka di mana para remaja mengasosiasikan minatnya dengan lawan jenis.

Tarian ini dibawakan pada saat penyambutan para pejabat, pernikahan dan upacara keagamaan.

  1. Tari Setabik

Tari Setabik atau tari Setabek adalah tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin.

Menurut laman giwang.sumselprov.go.id, tarian Setabik merupakan tarian penyambutan tamu VIP.

Filosofi dari jurus penyambutan tarian ini dapat ditemukan ketika para penari mempersembahkan buah pinang kepada para tamu undangan untuk dicicipi.

Penyajian kapur sirih merupakan bentuk penghormatan kepada tamu yang berasal dari kebudayaan Melayu.

Sementara asal nama tarian ini ada pada gerakan tabik yaitu gerak tangan kanan membentang di samping pelipis kanan seperti sedang memberikan penghormatan.

  1. Tari Mare-Mare

Tari Mare-Mare merupakan tarian tradisional yang berasal dari Sumatera Selatan, dan ada dua versi tariannya.

Seperti dilansir dari laman giwang.sumselprov.go.id, ada versi Tari Mare-Mare karya Toman dan Kota Sekayu.

Perbedaannya adalah cerita yang disampaikan dalam syair dan tarian pengiringnya.

Tarian Mare-Mare Toman bercerita tentang seorang gadis yang diasingkan atau diusir dari desanya karena melanggar norma.

Sementara itu, Tari Mare-Mare dari Kota Sekayu bercerita tentang seorang gadis yang merantau ke daerah lain untuk menuntut ilmu dan pulang ke kampung halaman dengan pasangan dan segudang ilmu.

Kata Mare-Mare berarti penurut atau penurut, artinya anak perempuan harus menerima nasib yang harus mereka jalani sebelum bisa meninggalkan kampung halaman dan kembali menjadi panutan.

Baca Juga : Bahasa Daerah Jawa Tengah Lengkap Penjelasannya

Tags: 10 nama tarian dan asal daerahnya beserta gambarnya5 Tari TradisionalIndonesiatarian adat

Related Posts

Beranda

4 Juni 2026
Operasi Patuh 2026: Menjadikan Nilai Empati dan Etika sebagai Pondasi Utama di Jalan
Beranda

Operasi Patuh 2026: Menjadikan Nilai Empati dan Etika sebagai Pondasi Utama di Jalan

4 Juni 2026
Operasi Patuh 2026 dan Zero ODOL: Sinergi Taktis Memutus Faktor Risiko Fatalitas di Jalan
Beranda

Operasi Patuh 2026 dan Zero ODOL: Sinergi Taktis Memutus Faktor Risiko Fatalitas di Jalan

4 Juni 2026
Bukan Karena Takut Polisi, Tertib Lalu Lintas Adalah Wujud Kedewasaan Sosial
Beranda

Bukan Karena Takut Polisi, Tertib Lalu Lintas Adalah Wujud Kedewasaan Sosial

3 Juni 2026
Korlantas Polri: Keluarga Tidak Menunggu Kendaraan Cepat, Tapi Kepulangan yang Utuh
Beranda

Korlantas Polri: Keluarga Tidak Menunggu Kendaraan Cepat, Tapi Kepulangan yang Utuh

3 Juni 2026
Wujudkan Jalan Raya yang Manusiawi, Polantas Perkuat Langkah Preventif di Operasi Patuh 2026
Beranda

Wujudkan Jalan Raya yang Manusiawi, Polantas Perkuat Langkah Preventif di Operasi Patuh 2026

3 Juni 2026
Next Post
Suku Bunga di Dunia Naik, BI Ungkap Dampaknya ke Indonesia

Suku Bunga di Dunia Naik, BI Ungkap Dampaknya ke Indonesia

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terpopuler

Bahasa Daerah Jawa Tengah Lengkap Penjelasannya

Bahasa Daerah Jawa Tengah Lengkap Penjelasannya

6 September 2022
5 Tari Tradisional Sumatera Selatan, dari Tari Gending Sriwijaya hingga Tari Mare-Mare

5 Tari Tradisional Sumatera Selatan, dari Tari Gending Sriwijaya hingga Tari Mare-Mare

6 September 2022
Mengenal Karakteristik Adat Jawa

Mengenal Karakteristik Adat Jawa

21 Juli 2023
Kontroversi Film Vina: Sebelum 7 Hari, Gambarkan Adegan Tragis Seksual Tanpa Sensor #usutkasusvina

Kontroversi Film Vina: Sebelum 7 Hari, Gambarkan Adegan Tragis Seksual Tanpa Sensor #usutkasusvina

16 Mei 2024
Kapolsek Pabedilan Polresta Cirebon berikan Edukasi tentang PPKM Darurat kepada Karyawan PT. Long Rich Indonesia

Kapolsek Pabedilan Polresta Cirebon berikan Edukasi tentang PPKM Darurat kepada Karyawan PT. Long Rich Indonesia

9 Juli 2021

Berita Pilihan

Wali Kota Metro Hadiri Puncak HUT ke-62 PWRI: Apresiasi dan Harapan untuk Para Pensiunan PNS

Wali Kota Metro Hadiri Puncak HUT ke-62 PWRI: Apresiasi dan Harapan untuk Para Pensiunan PNS

12 Juli 2024
Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro

Kemendagri Dorong Pemda Rumuskan Kebijakan Berbasis Data

18 Juli 2022
Polisi Bagikan 5.000 Masker Agar Warga Kota Kediri Lebih Disiplin Prokes

Polisi Bagikan 5.000 Masker Agar Warga Kota Kediri Lebih Disiplin Prokes

3 Februari 2021
Kunker ke Sulut, Kapolri Pastikan Keamanan Gereja Di Malam Jumat Agung

Kunker ke Sulut, Kapolri Pastikan Keamanan Gereja Di Malam Jumat Agung

5 April 2021
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright Forumdaerah Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hot News
  • Nusantara
  • Pembangunan
  • Jaga Indonesia
  • Inovasi Daerah
  • Pemerintah Daerah

Copyright Forumdaerah Team All Rights Reserved .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz