YOGYAKARTA – Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali memberikan kesempatan bagi masyarakat luas, khususnya warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk bergabung menjadi bagian dari korps abdi dalem prajurit. Proses pendaftaran atau rekrutmen terbuka ini dijadwalkan berlangsung hingga 8 Januari 2026.
Pembukaan rekrutmen ini merupakan upaya Keraton Yogyakarta untuk meregenerasi serta memperkuat kesatuan prajurit yang menjadi simbol pertahanan budaya sekaligus pengawal tradisi kerajaan. Prajurit Keraton tidak hanya bertugas dalam upacara adat seperti Grebeg, namun juga menjadi representasi nilai-nilai filosofis keistimewaan Yogyakarta.
Bagi masyarakat yang memiliki semangat pengabdian tinggi dan ingin melestarikan kebudayaan Jawa, kesempatan ini menjadi momentum yang sangat dinanti. Pihak Keraton menekankan bahwa calon pelamar harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif maupun fisik untuk dapat lolos seleksi.
Persyaratan umum bagi calon prajurit biasanya mencakup domisili tetap di wilayah DIY, memiliki kepribadian yang baik, serta kesediaan untuk mengikuti aturan adat yang berlaku di lingkungan istana. Pengabdian sebagai prajurit di Keraton Yogyakarta dipandang sebagai bentuk kehormatan spiritual dan sosial bagi warga setempat.
Proses seleksi diprediksi akan dilakukan secara ketat, meliputi verifikasi berkas, uji fisik, hingga wawancara terkait pemahaman budaya. Hingga tanggal penutupan pada 8 Januari 2026, para pendaftar dapat menyerahkan berkas mereka melalui kanal resmi yang telah ditentukan oleh Tepas Darah Dalem atau institusi terkait di Keraton.
Regenerasi prajurit ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan sepuluh kesatuan prajurit Keraton yang ada, seperti Prajurit Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, hingga Mantrijeron. Masing-masing kesatuan memiliki seragam, atribut, dan sejarah khas yang telah bertahan selama ratusan tahun.
Masyarakat yang tertarik diharapkan segera melengkapi berkas dan tidak melewatkan batas waktu pendaftaran yang telah ditentukan. Menjadi prajurit Keraton adalah langkah nyata dalam menjaga warisan leluhur agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman modern.
Informasi lebih lanjut mengenai detail teknis pendaftaran dapat dipantau melalui akun media sosial resmi Keraton Yogyakarta atau datang langsung ke kantor urusan abdi dalem di lingkungan Keraton hingga 8 Januari 2026.
















