JAKARTA — Kabar gembira bagi para pelancong dan pelaku industri pariwisata di Pulau Dewata. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara resmi mendorong percepatan pengembangan taksi air (water taxi) sebagai solusi strategis untuk mengurai kemacetan kronis di kawasan wisata Bali. Inisiatif ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu secara signifikan.
Berdasarkan observasi Kementerian Perhubungan, jalur darat Bandara-Canggu saat ini seringkali memakan waktu hingga 2 jam pada jam sibuk. “Dengan taksi air, perjalanan diproyeksikan hanya akan memakan waktu 30 menit. Ini adalah alternatif yang jauh lebih cepat dan efisien bagi wisatawan,” ungkap Menhub Dudy, dikutip Rabu (15/4/2026).
Proyek ambisius ini sedang dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) oleh ASDP Indonesia Ferry. Jika sesuai jadwal, pekerjaan konstruksi akan dimulai pada Agustus 2026 dan ditargetkan rampung pada Juli 2027. Kehadiran taksi air ini diharapkan menjadi primadona baru transportasi antarmoda di Bali.
Selain transportasi pariwisata, Menhub juga memberikan perhatian khusus pada infrastruktur logistik di Bali Utara. Pelabuhan Celukan Bawang di Buleleng akan mengalami perluasan pada dua dermaga utamanya. Dermaga I akan diperpanjang 92 meter untuk kargo umum dan aspal, sementara Dermaga II akan dikembangkan menjadi dermaga multipurpose sepanjang 60 meter untuk melayani penumpang dan curah kering.
“Pengembangan ini bertujuan untuk memisahkan alur kendaraan besar dan kecil agar logistik lebih tertata dan aman,” tambah Dudy.
Sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan arus kendaraan pada Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2027, Menhub juga telah menginstruksikan Pelindo untuk membuka dermaga baru di Gilimanuk. Dermaga ini akan berfungsi sebagai pasangan pelabuhan Ketapang, lengkap dengan area penyangga (buffer zone) guna mencegah penumpukan kendaraan di jalur utama.
Langkah-langkah komprehensif ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan pariwisata Bali melalui ketersediaan infrastruktur transportasi yang modern dan terintegrasi.
















