Daerahkita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hot News
  • Nusantara
  • Pembangunan
  • Jaga Indonesia
  • Inovasi Daerah
  • Pemerintah Daerah
  • Login
  • Beranda
  • Hot News
  • Nusantara
  • Pembangunan
  • Jaga Indonesia
  • Inovasi Daerah
  • Pemerintah Daerah
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Beranda

Brigjen Pol. Trunoyudo Tegaskan Polri Perlu Regulasi Etis untuk Penggunaan AI

Salma Hasna by Salma Hasna
25 Agustus 2025
in Beranda, Hot News
0 0
0
Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K. (Karo Penmas)

Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K. (Karo Penmas)

0
SHARES
17
VIEWS

Jakarta – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi sorotan dalam Focus Group Discussion (FGD) dalam sesi bertajuk “Agentic Artificial Intelligence (A-AI): Komplikasi atau Solusi” yang digelar di Ruang Kelas Tekadku Pengabdian Terbaik, Graha Tanoto STIK, pada Senin (25/8/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., selaku Karo Penmas Divhumas Polri sebagai narasumber utama. 

READ ALSO

Program ‘Polantas Menyapa Ojol’: Mengubah Stigma dari Penindakan Menjadi Persahabatan

95% Penindakan Digital, Kakorlantas Hapus Ruang Praktik Transaksional di Jalan

Dalam paparannya, Brigjen. Pol. Trunoyudo Trunoyudo menekankan pentingnya memahami perkembangan AI tidak hanya sebagai tren teknologi, tetapi juga sebagai fenomena strategis yang memengaruhi dunia kepolisian, keamanan, dan komunikasi publik.

Brigjen. Pol. Trunoyudo membuka sesi dengan mengulas sejarah mesin sandi Enigma buatan Jerman yang digunakan pada Perang Dunia II.

 Enigma dianggap mustahil dipecahkan karena memiliki kombinasi kunci yang nyaris tak terbatas. Namun, berkat inovasi Alan Turing melalui mesin Bombe pada 1940, sandi itu berhasil dibongkar hanya dalam hitungan jam hingga hari.

“Sejarah Enigma memberi pelajaran penting bahwa setiap teknologi, sekuat apapun, selalu ada cara untuk dipahami dan dilawan. Prinsip ini juga berlaku untuk AI modern,” jelasnya.

3 Tingkatan AI: Dari ANI ke ASI

Dalam materinya, Brigjen Trunoyudo menjelaskan tiga level perkembangan AI:

  1. Artificial Narrow Intelligence (ANI) – AI sempit atau spesifik, hanya mampu menjalankan satu tugas, seperti ChatGPT, Google Translate, atau Siri. 
  2. Artificial General Intelligence (AGI) – AI umum dengan kecerdasan setara manusia, bisa belajar lintas bidang. Saat ini masih berupa penelitian. 
  3. Artificial Super Intelligence (ASI) – AI super yang melampaui manusia dalam hampir semua aspek, dari sains, seni, hingga pengambilan keputusan. ASI masih dalam ranah spekulasi, namun berpotensi memberi manfaat besar sekaligus risiko. 

“Pertanyaan utamanya, apakah AI akan menjadi solusi atau justru komplikasi? Semua tergantung bagaimana kita mengelolanya,” ujarnya menjelaskan.

Potensi Ekonomi dan Risiko AI

Mengutip pernyataan Wamenkominfo Nezar Patria, Brigjen. Pol. Trunoyudo Trunoyudo menyebut bahwa AI diproyeksikan menyumbang hingga 366 miliar dolar AS terhadap PDB Indonesia pada 2030. Bahkan, 95% bisnis di Indonesia berminat menggunakan AI generatif, sementara 22,1% pekerja sudah mulai memanfaatkannya.

Namun, di balik potensi besar tersebut, terdapat risiko seperti deepfake, serangan siber otomatis, hingga bias algoritma. Karena itu, Polri dan lembaga pemerintah lain dituntut membangun sistem pengamanan yang mampu mengimbangi ancaman ini.

AI: Komplikasi atau Solusi?

Brigjen. Pol. Trunoyudo menekankan lima hal penting yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi era AI:

  • Memahami sistem AI: membangun AI yang dapat dijelaskan (explainable AI) agar keputusan mesin transparan. 
  • Membangun “mesin Bombe” baru: melawan AI dengan AI, terutama untuk deteksi deepfake dan serangan digital. 
  • Regulasi dan etika: menyusun kode etik serta hukum internasional terkait penggunaan AI. 
  • Kolaborasi multidisiplin: melibatkan pakar AI, hukum, sosiologi, pemerintah, dan industri. 
  • Literasi publik: meningkatkan pemahaman masyarakat agar tidak mudah terjebak hoaks berbasis AI. 

Diskusi ini juga menegaskan bahwa AI tidak bisa dipandang hanya sebagai alat, melainkan ekosistem baru yang membawa peluang sekaligus tantangan.

“Seperti Enigma yang akhirnya bisa dipatahkan, AI juga harus kita kelola dengan kolaborasi, regulasi, dan literasi. Pertanyaannya, apakah AI menjadi komplikasi atau solusi, jawabannya ada pada kesiapan kita,” pungkas Brigjen. Pol. Trunoyudo.

FGD ini diharapkan dapat membuka wawasan para peserta, khususnya di lingkungan Polri, tentang pentingnya strategi penggunaan AI secara etis, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tags: polriPT Qudo Buana Nawakara

Related Posts

Program ‘Polantas Menyapa Ojol’: Mengubah Stigma dari Penindakan Menjadi Persahabatan
Beranda

Program ‘Polantas Menyapa Ojol’: Mengubah Stigma dari Penindakan Menjadi Persahabatan

30 April 2026
95% Penindakan Digital, Kakorlantas Hapus Ruang Praktik Transaksional di Jalan
Beranda

95% Penindakan Digital, Kakorlantas Hapus Ruang Praktik Transaksional di Jalan

30 April 2026
Transformasi Polantas 2026: Menggabungkan Teknologi ETLE dengan Pendekatan Humanis
Beranda

Transformasi Polantas 2026: Menggabungkan Teknologi ETLE dengan Pendekatan Humanis

30 April 2026
Agatha Bicara Episode Terbaru: Menghindari Strategic Invisibility Trap Politik Luar Negeri
Beranda

Agatha Bicara Episode Terbaru: Menghindari Strategic Invisibility Trap Politik Luar Negeri

30 April 2026
Lebih Dekat, Lebih Humanis: Saat Polantas Menjadi Mitra Sehari-hari Warga
Beranda

Lebih Dekat, Lebih Humanis: Saat Polantas Menjadi Mitra Sehari-hari Warga

30 April 2026
Irjen Agus Suryonugroho: Kesadaran Keselamatan Harus Dimulai dari Akar Rumput
Beranda

Irjen Agus Suryonugroho: Kesadaran Keselamatan Harus Dimulai dari Akar Rumput

30 April 2026
Next Post
Mantan Kepala BIN-A.M. Hendropriyono

Demo DPR Disebut Terkoneksi Aktor Global, Hendropriyono Buka Suara

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terpopuler

Bahasa Daerah Jawa Tengah Lengkap Penjelasannya

Bahasa Daerah Jawa Tengah Lengkap Penjelasannya

6 September 2022
5 Tari Tradisional Sumatera Selatan, dari Tari Gending Sriwijaya hingga Tari Mare-Mare

5 Tari Tradisional Sumatera Selatan, dari Tari Gending Sriwijaya hingga Tari Mare-Mare

6 September 2022
Mengenal Karakteristik Adat Jawa

Mengenal Karakteristik Adat Jawa

21 Juli 2023
Kontroversi Film Vina: Sebelum 7 Hari, Gambarkan Adegan Tragis Seksual Tanpa Sensor #usutkasusvina

Kontroversi Film Vina: Sebelum 7 Hari, Gambarkan Adegan Tragis Seksual Tanpa Sensor #usutkasusvina

16 Mei 2024
Kapolsek Pabedilan Polresta Cirebon berikan Edukasi tentang PPKM Darurat kepada Karyawan PT. Long Rich Indonesia

Kapolsek Pabedilan Polresta Cirebon berikan Edukasi tentang PPKM Darurat kepada Karyawan PT. Long Rich Indonesia

9 Juli 2021

Berita Pilihan

Kapal Bawa 48 Orang Tenggelam di Buton Tengah, 15 Tewas-33 Selamat

Kapal Bawa 48 Orang Tenggelam di Buton Tengah, 15 Tewas-33 Selamat

25 Juli 2023
Pemerintah Bentuk Tim Gabungan Independen Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Pemerintah Bentuk Tim Gabungan Independen Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

13 Oktober 2022
“Seaglider”, Ruang Laut, dan Potensi Ancaman

“Seaglider”, Ruang Laut, dan Potensi Ancaman

9 Februari 2021
Hujan Deras dan Longsor, Jalan ke Bromo Sempat Seperti Sungai Lumpur

Hujan Deras dan Longsor, Jalan ke Bromo Sempat Seperti Sungai Lumpur

12 Januari 2021
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright Forumdaerah Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hot News
  • Nusantara
  • Pembangunan
  • Jaga Indonesia
  • Inovasi Daerah
  • Pemerintah Daerah

Copyright Forumdaerah Team All Rights Reserved .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz